PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MASYARAKAT TOLAKI BERBASIS HOME INDUSTRI MELALUI KERAJINAN KAIN PERCA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA

Authors

  • Ipandang Ipandang IAIN Kendari

DOI:

https://doi.org/10.35719/ngarsa.v1i1.146

Keywords:

Women's Empowerment, Home Industry

Abstract

Pemberdayaan didenfinisikan sebagai proses dimana pihak yang  tidak  berdaya bisa mendapatkan kontrol yang lebih banyak terhadap kondisi atau keadaan dalam kehidupanya. Kontrol ini meliputi kontrol terhadap berbagai macam sumber (mencakup fisik dan intelektual) dan ideologi meliputi (keyakinan, nilai dan pemikiran).Metode yang digunakan yaitu 1] metode pendampingan 2] langkah langkah tahapan pendampingan, hasil yang diharapkan 1] bisa bedampak pada masyarakat 2] bisa berdampak pada keilmuan,pembahasanya 1] isu dan fokus pemberdayaan, 2] tujuan, 3] alasan memilih dampingan, 4] kondisi subjek dampingan, 5] output pendampingan yang diharapkan, diseminasinya yaitu 1] mitra SDM, 2] supplier, 3] lokasi, 4] eksperimen, 5] spesifikasi produk, 6] segmentasi pasar. Pemberdayaan perempuan menjadi strategi penting dalam meningkatkan peran dan potensi diri agar lebih mampu untuk mandiri dan berkarya. Dengan adanya pemberdayaan wanita berbasis home industri dalam mengkreasikan kain perca, diharapkan mampu meningkatkan taraf  perekonomian masyarakat dari yang awalnya lemah menjadi satu atau dua tingkat lebih tinggi dari level sebelumnya, sekaligus menekan angka / prosentase terbuangnya waktu untuk hal yang kurang positif dan tidak berdaya guna (ngerumpi) menjadi waktu yang produktif, kreatif dan inovatif.

Empowerment is defined as a process whereby parties who are powerless can gain more control over the conditions or circumstances in their lives.  This control includes control over a variety of sources (including physical and intellectual) and ideology includes (beliefs, values ​​and thoughts). The method used is 1) mentoring method 2) step by step stages of mentoring, expected results 1) can have an impact on society 2  ] can have an impact on science, the discussion is 1] issues and focus on empowerment, 2] objectives, 3] reasons for choosing assistance, 4] conditions for assisted subjects, 5] expected output of assistance, dissemination, namely 1] HR partners, 2] suppliers, 3]  location, 4] experiment, 5] product specification, 6] market segmentation.  Empowering women is an important strategy in increasing the role and potential of themselves so that they are more able to be independent and work. With the empowerment of women based on the home industry in creating patchwork, it is expected to be able to increase the economic level of the community from initially weak to one or two levels higher than the previous level, as well as to reduce the number / percentage of time wasted on things that are less positive and useless (huddling) is a productive, creative and innovative time.

References

Al-Quran Al Karim dan Terjemahan Departemen Agama RI, Semarang: Pt. Karya Toha Purta Semarang.

Ambar Teguh Sulistiyani, Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan, (Yogyakarta: Gava Media, 2004)

Adib Susilo, Model Pemberdayaan Masyarakat Perspektif Islam, ( Jurnal Ekonomi

Edi Suharto, Pembangunan Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial, Cet. Ke-1(Bandung: Mizan, 2003)

Ismah Salman, Keluaraga Sakinah dalam Aisyiyah, Cet. Ke-1 (Jakarta: PSAP Muhammadiyah, 2005)

Nur Atika Sari, Pemberdayaan Kelompok Tani Ternak Melalui Pelestarian Kambing Peranakan Ettawa Ras Kaligesing di Wilayah Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo ” (Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2017)

M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan, 1992)

Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi, Perempuan Antara Kezaliman Sistem Barat dan Keadilan Islam, (Karangasem: Era Intermedia, 2002).

Muh Said, Pengantar Ekonomi Islam, (Pekanbaru: Suska Press, 2008)

Muhammad Thalib, Membangun Ekonomi Keluarga Islam, (Yogyakarta: Pro-U Media,2008)

Tomi Hendra, Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Al-Quran, (Hikmah Vol. XI, No. 02 Desember 2017, 30-50)

Siti Muslikati, Feminism dan Pemberdayaan Perempuan Dalam Timbangan Islam, (Jakarta: Gema Insani Press, 2004)

Sri Najiati, Agus Asmana, I Nyoman N. Suryadiputra , Pemberdayaan Masyarakat di Lahan Gambut, (Bogor: Wetlands International – 1P, 2005)

Sutedjo, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, (Jakarta: Azka Press, 2005)

Zakiyah, Pemberdayaan Perempuan oleh Lajnah Wanita, (Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan, Vol 18, No 01).

Downloads

Published

2021-05-26

How to Cite

Ipandang, I. (2021). PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MASYARAKAT TOLAKI BERBASIS HOME INDUSTRI MELALUI KERAJINAN KAIN PERCA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA. NGARSA: Journal of Dedication Based on Local Wisdom, 1(1), 69-82. https://doi.org/10.35719/ngarsa.v1i1.146